Proses Terjadinya Gerhana Matahari Total

(Ringkasan Fisika). Kebanyakan peristiwa astronomi yang terjadi di angkasa hanya dapat teramati jika kita menggunakan alat berupa teleskop. Tetapi, peristiwa yang mungkin sangat spektakuler dapat kita nikmati tanpa menggunakan alat apapun yakni proses gerhana, baik itu gerhana bulan maupun gerhana matahari. Dahulu kala pada zaman kuno, peristiwa ini dianggap sebagai pertanda datangnya keberuntungan atau bisa juga berarti pertanda akan datangnya suatu bencana. Barulah saat ini, kita manusia yang hidup di zaman tekhnologi modern mulai mengerti bahwa dua peristiwa itu merupan konsekuensi dari orbit bulan dan bumi terhadap matahari.

Bumi mengorbit Matahari sekali dalam setahun, sedangkan Bulan mengorbit Bumi sekali dalam sebulan. Gerhana Matahari total terjadi ketika bulan tepat berada di antara Matahari dan Bumi. Pada posisi itu, cahaya Matahari terhalangi sepenuhnya oleh Bulan, peristiwa ini terjadi hanya pada Bulan baru. Dalama gerhana Matahari total, piringan Matahari sepenuhnya tertutup oleh Bulan, tetapi pada peristiwa gerhana Matahari sebagian, maka hanya sebagian dari cahaya Matahari yang terhalangi Bulan. 

Pada saat Bulan berada dalam posisi orbitnya yang cukup dekat dan berada dalam bidang yang sama dengan Bumi, maka akan terjadi gerhana Matahari total. Tetapi posisi itu jarang terjadi, karena orbit Bulan cenderung berubah sebesar 5 derajat diukur dari orbit Bumi ke Matahari  setiap Bulan baru. Orbit Bumi disebut dengan bidang ekliptika. Bidang inilah yang harus dilewati oleh orbit Bulan agar gerhana (Matahari dan Bulan) dapat terjadi. Pada kenyataannya, orbit Bulan berbentuk lonjong, sehingga pada saat tertentu berada pada posisi yang cukup jauh dari Bumi sehingga ukurannya tidak cukup besar untuk menghalangi cahaya Matahari secara total. Karena itulah kenapa proses gerhana Matahari total jarang terjadi.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gerhana merupakan fenomena alam. Namun, dalam beberapa budaya kuno bahkan sebagian masyarakat modern saat ini, proses itu dikaitkan dengan hal-hal supranatural atau dianggap sebagai datangnya pertanda buruk. Proses gerhana Matahari total dapat menjadi menakutkan bagi orang-orang yang kurang paham mengenai penjelasan astronomi. Suasana menakutkan bagi mereka ketika Matahari tampak menghilang di siang hari dan langit tiba-tiba menjadi gelap.

Karena melihat langsung ke Matahari sangat berbahaya, maka untuk mengamati ketika peristiwa ini terjadi, pengamat harus menggunakan pelindung mata khusus atau teknik melihat langsung saat melihat gerhana Matahari. Saat ini, ada komunitas yang khusus melakukan aktivitas perburuan gerhana, disebut dengan umbraphiles. Mereka sering melakukan perjalanan ke daerah terpencil untuk mengamati proses terjadinya gerhana Matahari seperti yang teah mereka prediksi sebelumnya.
sumber: ilmufajar.com

0 komentar:

Post a Comment

Kepada para pembaca, jika ada sesuatu yang berkesan maka silahkan berkomentar