Cara Menentukan Asam, Basa, dan Garam

(Zakapedia). Bagaimana cara menentukan sifat suatu larutan? Sejak berabad-abad yang lalu, para ahli kimia dalam menentukan sifat asam, basa, dan garam (netral) berdasarkan dari sifat larutan airnya. Meskipun kita juga tahu bahwa asam, basa, dan garam dapat dibedakan dari rasa dan sentuhan, akan tetapi kita tidak boleh mencicipinya, karena sangat berbahaya, di antaranya bersifat racun atau korosif. Saat ini untuk menentukan sifat suatu larutan sudah sangat mudah. Kita dapat mengenalinya dengan menggunakan kertas lakmus, larutan indikator, atau indikator alami. Berikut ini masing-masing penjelasannya:

a. Kertas Lakmus

Secara sederhana, untuk mengindentifikasi suatu larutan bersifat asam, basa, atau garam digunakan kertas lakmus. Lakmus (azolithmin) merupakan indikator asam-basa, yaitu zat yang warnanya berbeda dalam larutan asam dan larutan basa. Kertas lakmus akan berubah warna pada pH mendekati 7. Ini sangat baik karena nilai 7 menunjukkan kenetralan. Daerah perubahan warna sebenarnya antara 5,5 - 8,0. Perubahan warna merah - biru. Warna kertas lakmus akan berubah sesuai dengan aturan sebagai berikut:
  • Lakmus merah: berwarna merah (larutan asam), berwarna biru (larutan basa), dan berwarna merah (netral)
  • Lakmus biru: berwarna merah (larutan asam), berwarna biru (larutan basa), dan berwarna biru (netral)
b. Larutan Indikator

Larutan indikator adalah zat-zat yang mempunyai warna berbeda dalam larutan yang bersifat asam, basa, dan netral, sehingga dapat digunakan untuik membedakan larutan yang bersifat asam, basa, dan netral. Larutan indikator akan berubah warna jika PH (derajat keasaman) berubah. Pada suhu 25 derajat celcius maka pH + pOH = 14, untuk larutan netral pH = pOH = 7, sedangkan untuk larutan asam pH lebih kecil 7 dan larutan basa lebih besar 7. Jadi, pH merupakan ukuran konsentrasi ion hidrogen atau ukuran keasaman larutan. Ada dua macam indikator, yaitu:
  • Indikator penunjuk asam adalah indikator yang akan berubah warnanya, jika konsentrasi asam berubah sedikit saja. Daerah perubahan warna untuk indikator ini kurang dari 7.
  • Indikator penunjuk basa adalah indikator yang akan berubah warnanya, jika konsentrasi basa (OH) berubah sedikit saja. Daerah perubahan warnanya lebih dari 7.
Di laboratorium, indikator yang sering digunakan adalah larutan fenolftalein (PP), metil merah, dan metil orange.

c. Indikator Alami

Indikator alami adalah zat atau bahan yang berasal dari alam yang memberikan warna berbeda dalam larutan asam dan basa. Misalnya, dari ekstrak berbagai bahan tumbuhan yang berwarna, seperti mahkota bunga (bugenvil, mawar, kembang sepatu, dan lain-lain), kunyit, kulit manggis, dan kubis ungu. Cara memperoleh ekstrak bahan dengan menambahkan sedikit air pada bahan yang telah dihaluskan. Contohnya pada kulit manggis. Kulit manggis dikikis kemudian dihaluskan dan ditambah sedikit air. Dalam keadaan netral, kulit manggis berwarna ungu. Ekstrak kulit manggis dibagi dua kemudian masing-masing diteteskan larutan asam dan basa. Maka, pada larutan asam terjadi perubahan warna ungu ke biru kehitaman. Indikator alami lain misalnya pada ekstrak kubis ungu. Jika ekstrak kubis ungu diteteskan dalam larutan asam, basa, dan netral akan menghasilkan warna-warna tertentu.

Demikianlah tulisan mengenai Cara Menentukan Asam, Basa, dan Garam. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat menambah pengetahuan kita tentang cara menentukan sifat suatu larutan.

0 komentar:

Post a Comment

Kepada para pembaca, jika ada sesuatu yang berkesan maka silahkan berkomentar