Ciri-ciri Tumbuhan Monokotil

(Zakapedia). Struktur tubuh tumbuhan Monokotil berbeda dengan tumbuhan dikotil. Perbedaan itu terletak pada akar, batang, daun, dan bunganya. Akar pada tumbuhan berkeping satu atau Monokotil merupakan akar serabut. Oleh karena itu, tumbuhan monokotil tidak sekokoh tumbuhan dikotil. Batang tumbuhan Monokotil beruas-ruas dan tidak bercabang-cabang. Batang pada tumbuhan jenis ini tidak dapat membesar karena tidak berkambium. Pada batang tumbuhan monokotil terdapat jaringan pengangkut, yaitu pembuluh xilem dan pembuluh floem yang letaknya tidak teratur.

Daun tumbuhan monokotil berbentuk pita, sedangkan tulang daunnya sejajar atau melengkung. Daun-daun ini menempel langsung pada bantangnya. Seperti pada tumbuhan Dikotil, tumbuhan Monokotil juga mempunyai bagian-bagian bunga, yaitu kelopak, mahkota, benang sari, dan putik. Pada umumnya, kelopak, mahkota, dan benang sari berjumlah tiga atau kelipatannya. Tumbuhan monokotil digolongkan atas beberapa suku. Suku-suku tersebut terdiri dari, suku rumput-rumputan, suku pinang-pinangan, suku anggrek-anggrekan, suku pisang-pisangan, dan suku jahe-jahean. Masing-masing penjelasannya adalah sebagai berikut:

a. Suku Rumput-rumputan (Graminaeae)

Suku Rumput-rumputan (Graminaeae) mempunyai daun berbentuk pita dan bertulang daun sejajar. Daun suku rumput-rumputan melekat langsung pada batang, yaitu pada tiap ruas batangnya. Bunga Suku Rumput-rumputan (Graminaeae) berupa bulir dan penyerbukannya dibantu angin. Contoh Suku Rumput-rumputan (Graminaeae) adalah:
  1. Rumput, biasanya dimanfaatkan untuk pakan ternak,
  2. Padi dan jagung, merupakan sumber karbohidrat, bahkan di beberapa daerah di Indonesia menjadi bahan pokok,
  3. Tebu, dimanfaatkan untuk membuat gula,
b. Suku Pinang-pinangan (Palmae)

Pada umumnya, Suku Pinang-pinangan (Palmae) mempunyai batang yang tidak bercabang. Tulang daunnya menyirip, namun ada pula yang berbentuk kipas. Bunganya berupa karangan atau tongkol. Letak tongkol ini pada ketiak daun atau ujung batang. Contoh tumbuhan Suku Pinang-pinangan (Palmae), antara lain:
  1. Pinang merah dan palem, biasanya dipelihara sebagai tanaman hias,
  2. Kelapa, hampir semua bagian tubuhnya dapat dimanfaatkan,
  3. Salak, buahnya dapat dimakan.
c. Suku Angrek-anggrekan (Orchidaceae)

Biasanya, Suku Angrek-anggrekan (Orchidaceae) hidup secara epifit pada tumbuhan lain. Akar Suku Angrek-anggrekan (Orchidaceae) berupa akar rimpang dan mempunyai sel khusus yang berguna untuk menempel pada tumbuhan yang ditumpanginya. Daun Suku Angrek-anggrekan (Orchidaceae) berdaging dan tepinya rata. Baik kelopak bunga maupun magkota bunganya, masing-masing berjumlah tiga buah. Contoh
Suku Angrek-anggrekan (Orchidaceae) adalah:
  1. Macam-macam anggrek, yang dipelihara sebagai tanaman hias,
  2. Vanili, diambil buahnya dimanfaatkan sebagai pengharum makanan.
d. Suku Pisang-pisangan (Musaceae)

Daun tumbuhan Suku Pisang-pisangan (Musaceae) berbentuk seperti lanset dan tulang daunnya menyirip. Batang Suku Pisang-pisangan (Musaceae) merupakan batang semu, sedangkan bunganya berupa karangan bunga. Karangan bunga ini terdiri atas banyak bunga. Suku Pisang-pisangan (Musaceae) banyak jenisnya dan biasanya diambil buahnya. Buah pisang banyak mengandung, vitamin A yang bermanfaat bagi kesehatan.

e. Suku Jahe-jahean (Zingiberaceae)

Suku Jahe-jahean (Zingiberaceae) mempunyai batang yang tumbuh dari rimpang. Rimpang ini tumbuh menjalar di dalam tanah. Daun Suku Jahe-jahean (Zingiberaceae) mempunyai pelapah yang memeluk batang dan letak daunnya berseling atau tersusun spiral. Mahkota bunga Suku Jahe-jahean (Zingiberaceae) berjumlah tiga dan kelopak bunganya berbentuk tabung. Contoh tumbuhan Suku Jahe-jahean (Zingiberaceae) antara lain, Jahe, kunyit, kencur, dan bunga tasbih.

Sekian tulisan tentang Ciri-ciri Tumbuhan Monokotil. Silahkan lanjut baca Ciri-ciri Tumbuhan Dikotil, semoga bermanfaat.