Makhluk Hidup dan Ciri-cirinya

(Zakapedia). Makhluk hidup berbeda dengan benda tak hidup. Makhluk hidup mempunyai ciri-ciri yang tidak dimiliki oleh benda tak hidup. Berikut ini akan dijelaskan ciri-ciri makhluk hidup, yaitu bernapas, bergerak, menerima dan menanggapi rangsang, memerlukan makanan, mengeluarkan zat sisa, tumbuh dan berkembang, serta berkembang biak (reproduksi).

a. Makhluk Hidup Bernapas

Bernapas adalah mengambil oksigen dan mengeluarkan karbondioksida, serta uap air. Setiap makhluk hidup mempunyai cara dan alat pernapasan yang berbeda-beda. Manusia dan hewan di darat biasanya menggunakan paru-paru untuk bernapas, sedangkan hewan di air umumnya menggunakan insang. Sebagai hewan amfibi, katak ketika masih berwujud berudu bernapas dengan menggunakan insang, tetapi setelah dewasa menggunakan paru-paru dan mempunyai kantong udara atau pundi-pundi hawa untuk membantu pernapasan saat terbang. Sementara itu, tumbuhan mengambil oksigen dari udara melalui mulut daun (stomata) dan lentisel.

b. Makhluk Hidup Bergerak

Semua makhluk hidup bergerak. Ada yang bergerak berpindah tempat dan ada pula yang tidak berpindah tempat. Gerak berpindah tempat dapat dilihat pada kambing yang dapat berlari. anjing yang berkejar-kejaran, dan burung yang terbang. Gerak tidak berpindah tempat, misalnya mengatupnya daun tumbuhan putri malu ketika disentuh dan melilitnya bagian tubuh tumbuhan. Gerak yang dilakukan oleh makhluk hidup merupakan tanggapan atau respon terhadap rangsang yang diterima. Kepekaan makhluk hidup dalam memberikan tanggapan terhadap rangsang berbeda-beda. Pada hewan, gerakan yang ditimbulkan dapat dengan mudah diamati. Hewan dilengkapi dengan alat gerak yang berbeda-beda, misalnya burung bergerak dengan kaki dan sayap, ular bergerak dengan perut, dan katak bergerak dengan tungkai depan dan tungkai belakang.

c. Makhluk Hidup Menerima dan Menanggapi Rangsang

Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk menerima dan menanggapi rangsang (iritabilitas). Beberapa jenis hewan mempunyai alat indra yang berfungsi menerima dan memberi tanggapan terhadap rangsang, misalnya mata menerima rangsang cahaya, telinga menerima rangsang suara, hidung menerima rangsang bau, dan kulit menerima rangsang sentuhan. Tumbuhan tidak mempunyai indra seperti pada manusia atau hewan. Namun, tumbuhan juga mampu menerima dan menanggapi rangsang, antara lain rangsang cahaya, zat-zat kimia, unsur-unsur hara, dan gravitasi. Sebagai contoh, akar tumbuhan selalu tumbuh menuju ke pusat bumi, hal ini sebagai respon terhadap gravitasi bumi. Demikian juga, ujung batang selalu tumbuh ke arah datangnya cahaya matahari. Beberapa tumbuhan sangat peka terhadap sentuhan, misalnya tumbuhan putri malu.

d. Makhluk Hidup Memerlukan Makanan

Makanan diperlukan oleh makhluk hidup, karena makanan merupakan sumber energi yang digunakan untuk beraktivitas. Selain itu, makanan juga diperlukan untuk mengganti sel yang rusak dan membantu pertumbuhan tubuh. Oleh karena itu, apabila kita makan, maka badan kita akan lemas. Jika hal ini dilakukan terus-menerus, maka pertumbuhan tubuh kita akan terganggu.

e. Makhluk Hidup Mengeluarkan Zar Sisa

Proses pengeluaran zat-zat dari tubuh dibedakan menjadi deefekasi, ekskresi, dan sekresi. Defekasi adalah proses pengeluaran sisa hasil pencernaan makanan yang tidak berguna bagi tubuh yang disebut feses. Ekskresi adalah proses pengeluaran zat sisa hasil metabolisme sel yang sudah tidak digunakan oleh tubuh dan dikeluarkan bersama urine, keringat, atau pernapasan. Sekresi adalah proses pengeluaran zat (getah) oleh kelenjar yang berguna bagi tubuh.

f. Makhluk Hidup Tumbuh dan Berkembang

Tumbuh adalah proses kenaikan volume tubuh yang bersifat tidak kembali ke keadaan semula (irreversible). Sedangkan, berkembang adalah suatu proses menuju kedewasaan yang bersifat kualitatif dan tidak dapat diukur. Manusia atau hewan dikatakan dewasa apabila alat reproduksinya sudah dapat menghasilkan sel kelamin. Pada tumbuhan khususnya tumbuhan berbunga ditandai dengan telah munculnya bunga sebagai alat reproduksi tumbuhan.

g. Makhluk Hidup Berkembang Biak

Untuk kelestariannya, makhluk hidup melakukan proses perkembangbiakan (reproduksi). Tujuan reproduksi adalah untuk mempertahankan jenis supaya tidak punah dan menghasilkan keturunan baru. Cara makhluk hidup berkembang biak berbeda-beda. Manusia melahirkan bayi. Atau tumbuhan yang berkembang biak dengan menggunakan biji, tunas, atau spora. 
Secara garis besar, reproduksi makhluk hidup dibedakan secara kawin (seksual) dan tak kawin (aseksual). Reproduksi seksual melibatkan induk jantan dan induk betina. Induk jantan menghasilkan gamet jantan yang disebut spermatozoa dan induk betina menghasilkan gamet betina yang disebut ovum atau sel telur. Pertemuan antara gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan individu baru. Adapun reproduksi aseksual hanya melibatkan satu organisme tanpa adanya peleburan gamet. Contoh reproduksi aseksual misalnya ada amuba (Amoeba proteus) atau bakteri, yang berkembang biak dengan membelah diri.