Model Atom Mekanika Kuantum

(Zakapedia - Model Atom Mekanika Kuantum). Model atom mekanika kuantum dapat dikatakan sebagai tahap akhir (hingga saat ini) dari perkembangan model atom. Model atom mekanika kuantum diawali oleh anggapan Bohr bahwa, atom terdiri atas inti atom dan elektron berada di sekelilingnya. Penjelasan mengenai keberadaan elektron dalam atom dijelaskan dengan teori mekanika kuantum. Menurut teori mekanika kuantum, elektron dalam mengelilingi inti terletak pada tingkat-tingkat tertentu. Akan tetapi, keberadaan elektron tidak dapat dipastikan kedudukannya secara tepat. Adapun yang dapat dipastikan hanyalah kebolehjadian menemukan elektron.

Model atom mekanika kuantum
Daerah atau ruang kebolehjadian menemukan elektron disebut orbital. Karena daerah kebolehjadian menemukan elektron diturunkan dengan persamaan matematis, orbital dapat dinyatakan dengan persamaan matematis. Tingkat energi untuk menemukan elektron dalam atom disebut bilangan kuantum utama. Bilangan kuantum utama dilambangkan dengan huruf n yang merniliki nilai 1,2,3, .... Dengan kata lain, bilangan kuantum utama menunjukkan tingkat energi suatu elektron dan ukuran orbital. Bilangan kuantum utama juga menyatakan jarak antara orbital dan inti. Orbital- orbital yang memiliki bilangan kuantum sarna akan membentuk kulit atom. Jadi, kulit atom adalah kumpulan dari orbital yang memiliki bilangan kuantum utama yang sama. 

Kulit atom dinyatakan dengan huruf K, L, M, .... Hubungan antara bilangan kuantum utama dan kulit atom adalah sebagai berikut. Kulit atom terdiri atas subkulit atau orbital yang mempunyai bilangan kuantum utama sama. Jumlah maksimum orbital dalam suatu kulit adalah sebesar n, n adalah bilangan kuantum utama. Jumlah elektron maksimum pada tiap orbital adalah dua sehingga tiap kulit atom maksimum berisi elektron sebanyak 2n2.

Model atom mekanika kuantum dikemukakan oleh Erwin Schrodinger. Model ini dapat digunakan untuk menjelaskan atom hidrogen dan atom yang lain. Erwin Schrodinger mendasarkan model atomnya pada hipotesis de Broglie mengenai dualisme partikel dan ketidakpastian Heisenberg. Menurut Louis de Broglie, cahaya memiliki sifat partikel dan sifat cahaya. Sifat partikel ditandai dengan memiliki massa. Sifat cahaya ditandai dengan memiliki sifat gelombang dalam gerakannya. Dengan demikian, elektron yang memiliki massa dapat dipandang sebagai partikel dan cahaya. Akibat dualisme elektron, Heisenberg mengajukan prinsip ketidakpastian. Menurut Heisenberg, tidak ada metode yang dapat digunakan untuk menentukan kedudukan elektron. Akan tetapi, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron. Erwin Schrodinger memperoleh hadiah Nobel 1933 bidang fisika bersama Paul Dirac, seorang fisikawan lain, untuk karya perintis mereka dalam mekanika kuantum.

Sekian materi fisika Model Atom Mekanika Kuantum, semoga bermanfaat.