Situs Pustaka Belajar

Bangunan-Bangunan Untuk Mengenang Pahlawan Indonesia

Advertisement


loading...

Bangunan-Bangunan Untuk Mengenang Pahlawan Indonesia | Baik kawan-kawan sekalian, sudah tahu tidak dengan bangunan-bangunan yang dibuat oleh pemerintah untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan dan pejuang Indonesia. Berikut bangunan-bangunannya:

- Monumen Ahmad Yani

Monumen yang terletak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, itu dibuat untuk mengenang jasa, pengabdian, dan perjuangan Jenderal Anumerta Ahmad Yani untuk menjadi contoh teladan bagi generasi penerus Indonesia, terutama para prajurit Tentara Nasional Indonesia.

- Monumen Dokter Karyadi

Monumen yang dibangun di Semarang, Jawa Tengah, tersebut untuk mengenang jasa dan perjuangan dr. Karyadi dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang (15 hingga 20 Oktober 1945). Dr. Karyadi gugur setelah ditembak tentara Jepang ketika tengah memeriksa cadangan air minum yang menurut cerita yang beredar sudah diracuni pasukan Jepang di daerah Candi, Semarang.

- Monumen Garuda Pancasila.

Monumen di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang dibuat untuk mengenang perlawanan heroik rakyat yang bersatu padu dengan tentara Republik Indonesia dalam menghadapi pasukan Belanda pada tahun 1948/1949.

- Monumen Gerakan Banteng Nasional.

Monumen yang berada di Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Monumen berupa patung Jenderal Ahmad Yani yang berdiri tegak membawa tongkat komando, rakyat, dan tentara. Patung tersebut terletak pada tugu berbentuk persegi empat di mana pada bagian atas tugu berbentuk trapesium.

- Monumen Jogja Kembali (Monjall)

Monumen berbentuk bangunan besar berkerucut yang berada di Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di dalam monumen dilengkapi dengan museum, patung-patung, dan diorama pertempuran Serangan Umum (SU) 1 Maret 1949.

- Monumen Nasional (Monas)

Monumen yang menjadi lambang Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya itu berdiri di kita Jakarta. Di dalamnya dilengkapi dengan museum dan diorama yang menggambarkan perjuangan rakyat Indonesia. Di puncak monumen terdapat pahatan menggambarkan nyala api yang terbuat dari Emas.

- Monumen Nilai-nilai 1945

Disebut pula Monumen Jenderal Sudirman yang didirikan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Monumen berbentuk patung Panglima Besar Jenderal Sudirman membawa tongkat yang berdiri di atas sebuah tugu.

- Monumen Palagan Ambarawa

Monumen didirikan di kota Ambarawa, Jawa Tengah, yang dibuat untuk mengenang pertempuran empat hari empat malam, tanggal 12 hingga 15 Desember 1945, antara pasukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) di bawah pimpinan Kolonel Sudirman melawan pasukan sekutu di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Bethel. Dalam peperangan tersebut pasukan TKR berhasil memukul mundur pasukan Sekutu yang melejitkan nama Kolonel Sudirman sebagai sosok pemimpin Kharismatik.

- Monumen Pancasila Sakti

Didirikan di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur, DKI Jakarta Raya, tidak jauh dari tempat penyiksaan dan pembunuhan tujuh Pahlawan Revolusi oleh anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI). Monumen didirikan untuk mengenang tujuh pahlawan revolusi yang gugur akibat pengkhianatan dan keganasan G30S/PKI tersebut.

- Monumen Perjuangan 3 Oktober 1945

Monumen yang didirikan di Kecamatan Pekalongan Barat, Pekalonga, Jawa Tengah. Monumen berbentuk tiga orang pejuang: seorang dengan sikap membawa pistol dan menurunkan bendera dan dua orang siap siaga untuk menyerang musuh.

- Monumen Perjuangan Lemah Abang.

Berada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ini berbentuk segi empat dengan bagian atas lebih kecil dibanding bagian bawah. Di puncak monumen terdapat Garuda Pancasila dan di bagian bawah terdapat 3 patung pahlawan nasional yang berasal dari Salatiga, yaitu Brigadir Jenderal SUdiarto, Laksamana Muda Laut Yosaphat Sudarso, dan Marsekal Udara Mas Agustinus Adi Sucipto.

- Monumen Proklamator 'SOekarno-Hatta'

Monumen yang berada di Daerah khusus Ibukota Jakarta Raya yang dibuat untuk mengenang dua Proklamator Indonesia, Ir. SOekarno dan Drs. Mohammad Hatta.

- Monumean Pruputan.

Monumen yang didirikan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Bentuk monumen berupa tiga orang pejuang yang terdiri seorang pejuang membawa mesiu, seorang pemuda membawa bambu runcing, dan seorang perempuan muda berada di belakangnya. Ketiga patung menggambarkan para pemuda dan pemudi Indonesia yang siap dan rela berjuang demi negeri Indonesia Tercinta.

- Monumen Radio Republik Indonesia.

Monumen yang berada di daerah Jenawai, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Monumen berupa tugu segi lima yang meruncing ke atas.

- Monumen Slamet Riyadi.

Monumen yang berada di kota Surakarta, Jawa Tengah, untuk mengenang jasa, perjuangan dan pengabdian Letnan Kolonel Slamet Riyadi. Di tempat monumen terdiri pada tahun 1948 merupakan markas besar pasukan Slamet Riyadi dalam menghadapi pasukan Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.

Letnan Kolonel Slamet Riyadi gugur ketika memimpin pasukan TNI ketika merebut benteng New Victoria yang dikuasai para pemberontak Republik Maluku Selatan (RMS) pada tahun 1950.

- Monumen Tentara Pelajar.

Monumen yang didirikan di daerah Banjarnegara, Jawa Tengah. Monumen berbentuk tugu pendek bersusun yang berbentu trapesium.

- Monumen Tidar.

Monumen yang berada di Kecamatan Magelang Selatan, Magelang, Jawa Tengah. Monumen berbentuk patung lima prajurit membawa senapan mesiu dan seorang membawa bendera.

- Monumen Tugu Bambu Runcing

Monumen yang berada di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Monumen berbentuk bambu runcing, di mana di bagian bawah terdapat dua patung orang membawa bambu runcing, seorang lelaki dan perempuan membawa senapan.

- Monumen W.R Supratman.

Monumen berbentuk patung Wage Rudolf Supratman di atas tugu berbentuk persegi empat dengan tangan bersiap seolah tengah memimpin suatu lagu yang berada di kota Purworejo, Jawa Tengah. Purworejo diyakini berbagai pihak sebagai kota kelahiran Wage Rudolf Supratman meski beberapa pihak lainnya menganggap pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya itu dilahirkan di Jakarta.

- Monumen Wongsonegoro

Monumen yang didiriakn di kota Semarang, Jawa Tengah, untuk mengenang jasa dan perjuangan K.R.M Wongsonegoro dalam pertempuran lima hari (14 hingga 20 oktober 1945) di Semarang.

- Monumen Yos Sudarso

Monumen yang didirikan di Kecamatan Tegal Barat, Tegal, Jawa Tengah. Monumen berbentuk patung setengah dada Yos Sudarso di atas landasan segi empat, di mana setiap sisinya terdapat relief dan prasasti. Monumen tersebut dibangun untuk mengenang jasa, pengabdian dan perjuangan heroik Laksamanan Muda Yosaphat Sudarso yang gugur selaku pahlawan dalam pertempuran melawan pasukan Belanda di Laut Aru pada tanggal 15 Januari 1962.

- Museum Perjuangan

Museum yang didirikan di daerah Istimewa Yogyakarta.

- Museum Satria Mandala

Museum yang berada di Daerah khusus Ibukota Jakarta Raya.

- Patung Gubernur Suryo.

Sebuah patung yang menggambarkan sosok R.M. Suryo di Ngawi, Jawa Timur, yang dibuat untuk mengenang jasa-jasa dan perjuangan R.M. Suryo wafat setelah dihadang dan dibunuh gerombolan PKI (Partai Komunis Indonesia).

Patung Jenderal Sudirman

Sebuah Patung yang menggambarkan sosok Panglima besar Jenderal Sudirman yang didirikan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Patung itu di buat untuk mengenang jasa, pengabdian dan perjuangan yang dilakukan Panglima Besar Jenderal Sudirman bagi tanah air Indonesia.

- Taman Dayeuh Kolot

Sebuah taman yang berada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang dibuat untuk mengenang jasa-jasa dan keberanian luar biasa Muhammad Toha dan Muhammad Ramdan yang berhasil meledakkan gudang mesiu Belanda di Bandung.

- Taman Margarana.

Sebuah taman di Bali, yang dibuat untuk mengenan peristiwa heroik pasukan ciung Wanara pimpinan Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai melawan pasukan Belanda. Pasukan CIung Wanara melakukan puputan atau perang hingga titik darah penghabisan di Margarana, Bali, pada tanggal 18 November 1946.

- Tugu Muda

Sebuah tugu yang dibangun di kota Semarang, Jawa Tengah, untuk mengenang pertempuran Lima Hari (15 hingga 20 Oktober 1945) di Semarang.

- Tugu Pahlawan

Sebuah tugu yang dibangun di Surabaya, Jawa TImur, untuk mengenang keberanian dan keperwiraan arek-arek Surabaya dalam menghadapi serangan pasukan Sekutu pada tanggal 10 November 1945.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Bangunan-Bangunan Untuk Mengenang Pahlawan Indonesia

1 komentar:

Kepada para pembaca, jika ada sesuatu yang berkesan maka silahkan berkomentar