Situs Pustaka Belajar

Proses Pembentukan Minyak Bumi yang Lengkap

loading...
Advertisement


loading...

Proses Pembentukan Minyak Bumi yang Lengkap | Inilah proses dalam pembentukan minyak bumi yang sering digunakan oleh para pelajar. Tentunya dalam pembentukan tersebut, memiliki proses yang begitu lama untuk bisa menjadi minyak bumi. Kemudian minyak bumi ini sudah lama terbentuk sejak ribuan tahun yang lalu dan untuk memprosesnya butuh waktu yang sangat lama. Oleh sebab itu, kita mesti berhemat dalam menggunakan minyak bumi. Nah, seperti apa proses dari pembentukan minyak bumi tersebut, kita ikuti uraian yang ada dibawah ini:

Minyak bumi itu terbentuk berasal dari adanya penguraian pada senyawa-senyawa organik yang dari jasad mikroorganisme yang berada pada jutaan tahun yang lalu pada dasar laut atau yang ada di darat. Terdapat sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang telah tertimbun oleh adanya enadpan lumpur, pasir dan zat-zat yang lainnya selama dalam jutaan tahun lamanya dan sudah mendapatkan tekanan serta adanya panas bumi yang alami. Bersama dengan pada proses tersebut maka bakteri pengurai akan melakukan perombakan pada senyawa-senyawa kompleks didalam sebuah jasad renik yang selanjutnya akan menjadi kumpulan senyawa hidrokarbon. Pada proses penguraian tersebut akan berjalan sangat mabat sehingga untuk bisa membentuk minyak bumi maka dibutuhkan waktu yang begitu sangat lama. Hal itu disebabkan adanya minyak bumi termasuk untuk sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui sehingga dibutuhkan sebuah kebijaksanaan didalam eksplorasi dan penggunaannya.

Hasil dari peruraian yang dalam bentuk cairan tersebut akan dapat menjadi minyak bumi dan akan berwujud gas yang disebut sebagai gas alam. Untuk dapat memperoleh minyak bumi tersebut bisa dilakukan dengan cara melakukan pengeboran. Terdapat beberapa bagian jasad renik yang telah mengandung lilin dan minyak. Lilin dan minyak ini bisa bertahan lama dalam perut bumi. Pada beberapa bagian tersebut akan dapat membentuk bintik-bintik, warnanya pun dapat berubah menjadi coklat tua. Bintik-bintik tersebut akan dapat tersimpan dalam lumpur dan akan mengeras karena adanya tekanan bumi. Lumpur itu akan berubah menjadi suatu batuan dan akan terkubur makin mengarah kedalam perut bumi. Panas bumi dan tekanan akan secara alami megenai batuan lumpur tersebut sehingga menyebabkan batuan lumpur akan menjadi panas dan terdapat bintik-bintik dalam batuan mulai mengeluarkan minyak yang kental nan pekat. Semakin dalam batuan lumput tersebut akan terkubur dalam perut bumi maka semakin banyak minyak bumi yang dihasilkan. Ketika batuan lumpur itu mendidih maka minyak yang akan dikeluarkan seperti minyak cair yang bersifat encer, dan pada saat suhunya sangat tinggi akan dapat dihasilkan dari gas alam. Gas alam tersebut sebagian besar seperti metana.

Sementara itu, ketika kulit bumi mulai bergerak, minyak yang akan terbentuk disegala macam tempat akan dapat bergerak. Minyak bumi yang mulai terbentuk ini akan terkumpul didalam pori-pori batu kapur atau batu pasir. Oleh karena terdapat gaya kapiler dan adanya tekanan dari perut bumi yang lebih besar dibandingkan tekanan yang ada di permukaan bumi maka minyak bumi akan bergerak ke atas. Jika gerak ke atas minyak bumi tersebut terhalang oleh adanya batuan yang kedap cairan atau batuan yang tak berpori, minyak akan segera terperangkap didalam batuan tersebut. Oleh karenanya, minyak bumi bisa juga disebut sebagai petroleum. Petroleum berasal dari sebuah bahasa latin, petrus berarti batu dan oleum berarti minyak.

Pada daerah dalam lapisan tanah bagian kedap air menjadi tempat berkumpulnya minyak bumi yang dikenal sebagai antiklinal atau cekungan. Di lapisan yang paling bawah dari cekungan tersebut seperti air asin atau air tawar, sedangkan untuk lapisan diatasnya seperti minyak bumi yang bercampur gas alam. Gas alam ini berada pada lapisan atas minyak bumi disebabkan massa jenisnya akan lebih ringan dibanding mass jenis minyak bumi. Jika akumulasi minyak bumi pada suatu cekungan itu cukup banyak dan secara komersial dapat menguntungkan maka minyak bumi tersebut dapat diambil dengan cara melakukan pengeboran. Minyak bumi akan diambil dari sumur minyak yang terdapat di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi-lokasi pada sumur minyak didapatkan sesudah melewati proses studi geologi analisis sedimen karakter dan struktur sumber.

Berikut terdapat langkah-langkah terjadinya proses pembentukan minyak bumi serta ilustrasinya.

Proses Pembentukan Minyak Bumi yang Lengkap


1. Ganggang hidup pada danau tawar (juga terdapat di laut). Mengumpulkan energi yang berasal dari matahari lewat proses fotosintesis.


2. Sesudah ganggang tersebut mati maka akan mulai terendapkan pada dasar cekungan sedimen dan akan membentuk batuan induk atau source rock. Batuan induk merupakan suatu batuan yang memiliki kandungan karbon. Batuan ini merupakan batuan hasil pengendapan yang ada di danau, didelta maupun yang terdapat didasar laut. Pada proses pembentukan karbon yang berasal dari ganggang akan menjadi batuan induk ini sangatlah spesifik. Itulah sebabnya tidak semua pada cekungan sedimen tersebut dapat mengandung gas bumi atau minyak bumi. Kalau karbon ini dapat teroksidasi maka akan terjadi penguraian dan bahkan menjadi suatu rantai karbon yang takkan mungkin dimasak.


3. Batuan induk ini akan terkubur pada bagian bawah batuan-batuan yang lain dimana berlangsung selama jutaan tahun yang lalu. Diproses pengendapan tersebut telah berlangsung secara terus-menerus. Adapun salah satu batuan yang telah menimbun batuan induk ialah batuan sarang atau batuan reservoir. Batuan sarang ialah batu gamping, batuan vulkanik atau batu pasir yang telah tertimbun dan ada ruang berpori-pori didalamnya. Kalau area ini akan terus menerus tenggelam dan ditumpuki oleh adanya batuan-batuan lain diatasnya maka batuan tersebut akan mengandung karbon yang akan terpanaskan. Semakin mengarah kedalam atau masuk ke perut bumi, maka semakin bertambah suhunya. Minyak mulai terbentuk pada suhu 50 hingga 180 derajat celsius. Akan tetapi kematangan atau puncak yang paling bagus yang dapat dicapai jika suhunya dapat mencapai 100 deraja celsius. Pada saat suhu mulai terus bertambah karena cekungan tersebut semakin turun mengarah ke perut bumi yang juga telah diikuti dengan adanya penambahan batuan penimbun maka suhu tinggi ini akan segera memasak karbon yang telah menjadi gas.


4. Karbon akan terkena panas dan mulai bereaksi dengan hidrogen yang telah membentuk hidrokarbon. Minyak yang telah dihasilkan oleh adanya batuan induk yang sudah matang ini seperti minyak mentah. Meskipun hanya berupa cairan, ciri fisik minyak bumi mentah ini akan berbeda dengan air. Salah satunya yang penting ialah kekentalan dan berat jenis. Kekentalan pada minyak bumi mentah akan lebih tinggi dibandingan air, namun berat jenis dari minyak bumi mentah akan lebih kecil dibandingkan air. Minyak bumi ini mempunya berat jenis yang lebih rendah dibanding air sehingga cenderung akan mengarah ke atas. Pada saat minyak sudah tertahan oleh sebuah bentuk batuan yang mirip mangkok terbalik, maka minyak ini akan sudah siap tertangkap dan ditambang.


Demikianlah proses pembentukan minyak bumi, semoga informasi dapat bermanfaat bagi kita semua.
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Proses Pembentukan Minyak Bumi yang Lengkap

0 komentar:

Post a Comment

Kepada para pembaca, jika ada sesuatu yang berkesan maka silahkan berkomentar