Situs Pustaka Belajar

Contoh Cerpen Tentang Pohon Persahabatan

loading...
Advertisement


loading...

Contoh Cerpen Tentang Pohon Persahabatan


Kinan dan Kara adalah sahabat sejati. Mereka mulai berteman sejak kelas 3 SD. Semakin hari, mereka semakin dekat. Dalam waktu 1 bulan mereka sudah menjadi sahabat. Mereka berjanji untuk selalu bersama dalam suka maupun duka, mereka akan menjadi sahabat sejati selamanya meskipun sudah tamat SD.

Kinan adalah anak perempuan yang cantik, pandai, lembut, tetapi cengeng layaknya anak perempuan yang feminim. Sedangkan Kara adalah anak yang manis, dan tomboy. Tetapi dia tidak kalah pandainya dari Kinan. Dia selalu juara 1 di kelas, dan Kinan selalu juara 2 darinya.

Suatu ketika Kara dan keluarganya ingin pindah. Kara mengusulkan sekaligus memohon kepada kedua orang tuanya agar pindah ke dekat rumah Kara. Kedua orang tuanya pun setuju. Sebelum mereka pindah(ketika masih persiapan pindahan) Kara memberitahukan kepada Kinan di sekolah. Kinan terkejut tidak percaya.

“Apa …??!!!”(teriak Kinan). Semua yang ada di kelas itu mendengar teriakan Kinan, dan mereka semua memandang kepada Kara, dan Kinan. Lalu mereka pun hanya bisa tersenyum kecil menyeringai.

“Yang bener Kara…???” Kinan bertanya dengan wajah serius.

“Iya… beneran, aku tidak berbohong. 4 hari lagi persiapan kami selesai dan hari ke-5 kami sudah bisa menempatinya!!” kata Kara.

“Oh ya…?? Waaah…. senangnya rumah kita bisa berdekatan. Berarti setiap hari kita akan pulang dan pergi ke sekolah bersama-sama??” tanya Kinan dengan wajah berseri-seri.

“Ya… tentunya. Aku sudah melihat lokasi rumahku. Ternyata hanya kelang 3 rumah dari rumahmu Kinan!!! Dengan begitu, kita lebih mudah untuk bertemu, tidak perlu dengan kendaraan…!!! Oh ya…, di hari pertama tinggal di rumah baruku, kamu mau gak menginap di rumah ku…??” kata Kara.

“Ya pastinya aku mau… tapi..,, aku tidak tahu…ibu dan ayahku mengizinkan atau tidak…” jawab Kinan dengan wajah sedikit murung.

“Tenang saja Kinan…!! Aku yang akan memintanya pada ibumu. Pasti ibumu akan mengizinkannya, dan ibumu yang akan mengatakannya pada ayahmu…!!!” sahut Kara memberi solusi dengan percaya diri.

“Benarkah itu??” tanya Kinan. “Ya…!!” jawab Kara. “Tapi..,, apakah kau yakin ini akan berhasil…??” tanya Kinan lagi. “Ya…aku sangat yakin…!!!” jawab Kara dengan mantap.

Akhirnya hari yang ke-5 pun tiba. Setelah pulang sekolah, Kara dan Kinan ke rumah Kinan untuk meminta izin. Apa yang sudah direncanakan pun berhasil. Dan Kinan akhirnya bermalam di rumah Kara 1 hari.

Setiap hari mereka berangkat sekolah bersama, pulang sekolah pun juga bersama. Sampai pada suatu siang yang panas terik, mereka pulang sekolah.

“Kara, lihat itu…!!” seru Kinan sambil menunjuk ke arah sudut jalan.

“Kau menyuruhku melihat apa Kinan?? Itukan hanya tumpukan batu..!!” seru Kara kebingungan sambil mengernyit.

“Itu…,, ada tumbuhan di balik batu-batu itu. Sepertinya itu bunga sakura…!!” jawab Kinan

“Emmm…(Kara mencoba melihatnya). Oh iya ya…, kalau begitu ayo kita singkirkan batu-batu itu dari bunganya!!” kata Kara.

“Ayo…!!!” jawab Kinan bersemangat. Mereka pun menolong bunga yang terjepit itu.

“Waaaahh… kasihannya bunga ini,, karena tertimpa batu-batu ini dia hampir mati…!!” kata kinan dengan suara sedih. Karena melihat Kinan yang begitu sedih, Kara ikut sedih. Lalu terfikirkan satu ide olehnya

“Bagaimana jika kita rawat saja bunga sakura ini, sampai bunga ini menjadi pohon sakura yang indah dan rindang!??” tanya Kara

“Oh iya…!!! Tak terfikirkan olehku…!!! Itu ide yang sangat bagus Kara…!!” kata Kinan sangat gembira sekali.

“Kalau begitu ayo kita bawa pulang dan langsung taruh di pot dan disiram…!!” ajak Kara. “Baiklah” jawab Kinan. Mereka pun pulang ke rumah Kinan. Dan bergegas melakukan apa yang dikatakan Kara.

Keesokan harinya.

“Assalammu’alaikum Kinan…!!” sapa Kara mengucapkan salam.

“ Wa’alaikum salam warohmatullah…” jawab Kinan. “Bunga yang kemaren pagi ini sudah mulai berdiri tegak dan daunnya sudah mulai mengembang lhooo…!!” sambung Kinan.

“Oh ya…?? Syukurlah kalu begitu aku juga ikut senang kalau kau senang.” kata Kara sambil menyunggingkan senyuman manisnya.

Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke sekolah. Dan sehabis pulang sekolah mereka langsung melihat kembali bunga sakura itu di rumah Kinan. Bunga itu diletakkan di dalam kamar Kinan di atas jendala agar bunga itu juga mendapatkan cahaya.

“assalammu’alaikum bunga sakura. Sekarang kamu pasti sedang bereproduksi…!!” seru Kara. Kinan hanya tersenyum dan tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya itu.

Waktu terus berjalan, dan bunga sakura itu sudah seharusnya dipindahkan ke tanah.

“Kara!!! Berhubungan ini hari minggu…,, bagaiman jika kita memindahkan unga sakura itu ke tanah?? Bunga itu pun juga sudah besar, jika tidak dipindahkan pot itu bisa pecah.” tanya Kinan memberikan saran.

“Ya,, ide bagus tuh. Memang sudah seharusnya bunga itu dipindahkan. Jadi…, kemana kita akan memindahkan bunga itu??” kata Kara sambil melihat kearah bunga yang ada di teras rumah Kinan.

“Emmm…,, kemana ya??” Kinan bergumam. “Ke bukit yang saat SD kita selalu bermain kesana saja…!!!” sambung Kinan.

“Boleh juga tuuhh…!! Disanakan belum ada pohon sakura…!! Oh ya,, sudah lama sekali ya.., kita tidak pergi dan bermain-main kesana!!” kata Kara sambil tersenyum mengingat masa kecil.

Iya ya,, apa karena kita sudah SMP dan lebih banyak PR kali ya…?? Jadinya kita lupa untuk bermain kesana… Mungkin dengan adanya pohon ini, kita bisa lebih sering kesana…!!” kata Kinan.

“Kalau begitu, tunggu apalagi?? Sekarang kita sedang tidak ada kerjaankan?? Aku juga sudah selesai membaca komiknya. Ayo…!! Kita kesana dan pindahkan bunga sakura ini…!!” seru Kara sangat bersemangat. “Ayo…!!” jawab Kinan. Mereka pun segera bergegas dan pergi ke bukit itu.

Bunga sakura itu pun semakin lama semakin besar dan tumbuh menjadi pohon sakura yang rindang dan indah. Dan semenjak mereka memindahkan bunga itu,mereka selalu datang bermain, mengerjakan tugas, dan bersantai disana di bawah pohon sakura. Mereka pun menamai pohon sakura itu “POHON PERSAHABATAN”.

“Kara!! Pohon sakura yang kita rawat sudah besar sekali sekarang. Kita juga selalu bermain, mengerjakan tugas, bersantai, dan ngapain aja disini. Bagaimana kalau kita menamakan pohon sakura ini??” tanya Kinan memberi saran.

“Iya ya…,,tidak terasa sudah 2 tahun kita merawat pohon sakura ini, dan bersamanya tapi kita belum memberikan nama pada bunga sakura ini!!” kata Kara.

Kira-kira apa ya nama yang cocok untuk pohon kita ini??” tanya Kinan.

“Karena kita bersahabat, dan melewati hari-hari bersama pohon ini juga… bagaimana jika kita namakan pohon ini POHON PERSAHABATAN…?? Kamu setuju…??” tanya Kara.

Emmm….,, boleh juga tuh… kalau begitu ayo kita ukir nama kita di pohon ini dan nama pohon ini juga…!!!” seru Kinan. Mereka pun mengukir nama mereka di pohon itu dan berjanji setelahnya.

“Sudaaahh….!!! Aku sudah selesai” kata Kara. “Aku juga!!” sambung Kinan.

“Dengan adanya pohon ini, ini menjadi bukti kalau kita akan terus menjadi sahabat sampai kapan pun.” Kata Kara.

“Ya…,, kalau pun kita sudah tamat SMP, atau diantara kita ada yang pindah rumah, sehingga rumah kita berjauhan…,, pohon ini akan menjadi pengikat hati kita dan kita selalu ingat satu sama lain…!!” kata Kinan.

“Ya…,, you and I is best friend forever…!!” mereka mengucapkan bersamaan dan berpelukan.

Hari sudah sore, mereka pun pulang ke rumah sambil berpegangan tangan. Saat Kinan melepaskan tangannya dari Kara karena ingin menyebrang menuju rumahnya, tiba-tiba dari arah belakang di balik gang ada motor yang melaju kencang. Kara melihat motor itu ingin menabrak Kinan.

“Kinan!!! Awass!!” teriak Kara sambil berlari kearah Kinan. Mendengar teriakan itu Kinan melihat kearah kiri (asal motor itu muncul). Tapi belum sempat melihat Kara sudah mendorongnya. Tapi, sayangnya setelah mendorong Kinan, Kara belum sempat mengelakkan dirinya juga. Sehingga motor itu menabrak Kara dan Kara terbang terguling-guling di aspal dan mengeluarkan banyak sekali darah.

“Kara!!!” teriak Kinan yang tadi jatuh ke tanah langsung berlari kearah Kara begitu melihat kara tertabrak. Kinan menangis tersedu-sedu dan berteriak-teriak meminta tolong pada warga sekitar sambil memeluk Kara.

Karena mendengar teriakan Kinan, semua warga keluar dari rumahnya,termasuk ibu Kinan dan Kara. Warga pun sibuk berkerumun.

“Masyaallah Kara!! Kenapa bisa begini??” ibu Kara langsung menangis dan spontan pingsan.

Ibu Kinan lalu berteriak. ”Kenapa kalian diam saja?? Apakah sudah di telepon ambulannya?!!”

Salah seorang dari warga pun menjawab. “Sudah, dalam perjalanan…!!”

Kinan yang dari tadi hanya bisa memeluk Kara sambil menangis menggoyang-goyangkan sedikit tubuh Kara seraya berkata.

“Kara bangun Kara!! Bangun!! Kita barusan saja berjanji untuk selalu bersama menjadi sahabat. Tapi kenapa?? Kamu begitu cepat pergi?? Bahkan kita belum melewati 1 hari pun bersama setelah perjanjian itu kita buat.!!! Ayolah Kara!! Kamu harus bangun dan bertahan!” seru Kinan. Perlahan akhirnya Kinan membuka matanya seraya berkata dan tersenyum.

“Terimakasih...Untuk selama ini. Meskipun kita tidak bersama, tapi hati kita selalu bersama. Jangan lupakan aku ya Kinan…!!!” ucap Kara sambil terbata-bata dalam penghembusan nafas terakhirnya.

“Kara!!! Bertahanlah Kara!! Kamu pasti akan tetap hidup…!!! Kara!!” teriak Kinan.

Ambulan pun datang dan langsung membawa Kara ke rumah sakit. Ibu Kara yang pingsan juga dibawa ke rumah sakit, ibu Kinan juga ikut ke rumah sakit. Tetapi Kinan tidak ikut. Dia menunggu di rumahnya sambil berdo’a agar Kara selamat. Lalu, akhirnya ibu Kinan menelepon Kinan. Dan memeberi tahukan kepada Kinan bahwa Kara tidak bisa diselamatkan. Mendengar hal itu, Kinan langsung berlari ke POHON PERSAHABATAN. Dan menangis disana. Orangtuanya pun mencari Kinan dan berhasil ditemukan, dan membujuk Kinan untuk pulang. Akhirny, Kinan mau pulang juga.

Keesokan harinya Kara dimakamkan. Setelah di makamkan, Kinan pergi ke POHON PERSAHABATAN.

“Kara…,,aku gak akan pernah melupakanmu..!! semoga kita bisa bertemu lagi nanti di syurga…!!” kata Kinan.

Kinan lalu membuat bukit itu, menjadi taman yang indah. Sehingga banyak orang yang datang kesana. Dia juga memagari POHON PERSAHABATANnya. Lalu, memberi tanda tidak boleh diganggu gugat, dan mengisahkan terjadinya POHON PERSAHABATAN itu (tercantum di pagarnya). Dan yang pasti, membuat papan nama POHON PERSAHABATAN. Karena itu semua, masyarakat yang datang menjadi simpatik, dan ikut merawat pohon dan taman itu. Mereka bahkan sampai menangis membacanya.

TAMAT
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Contoh Cerpen Tentang Pohon Persahabatan

0 komentar:

Post a Comment

Kepada para pembaca, jika ada sesuatu yang berkesan maka silahkan berkomentar